Tampilkan postingan dengan label Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2020

Lapisan Cat Pada Otomotif

Lapisan Cat Pada Otomotif - Menguji kualitas mobil yang diproduksi pada sebuah pabrik sebenarnya merupakan hal yang rumit. Hal ini karena banyak suku cadang yang dipasok dari berbagai supplier dengan formulasi warna dan pemasok sendiri, tentu saat suku cadang datang semua itu melalui proses incoming.

Lapisan Cat Pada Otomotif

Selama proses tersebut perbedaan warna mungkin tidak akan terasa secara kasat mata, namun apabila semua spareparts digabungkan maka perbedaannya akan terlihat dengan jelas.

Ketidakcocokan warna bisa mengakibatkan image produk dan daya tarik pasar, hal ini juga mengakibatkan biaya yang tidak perlu karena biaya perbaikan yang mahal dalam sistem produksi otomatisasi yang canggih. Proses pengamatan secara visual memang tetap ada, namun ini juga harus ditunjang menggunakan alat pengukur warna seperti colorimeter atau spektrofotometer.

Lapisan Cat Pada Otomotif

Untuk sekarang ini banyak ahli yang mulai mengalihkan pengukuran ke nilai numeric untuk memastikan konsistensi dalam toleransi dibandingkan pengamatan visual. Pada sistem tersebut alat pengukur warna seperti colorimeter atau spectrophotometer digunakan untuk memastikan mengontrol nilai warna oleh para teknisi.

Untuk pengukuran lebih setail, Spectrophotometer dengan multi-angle sangat diperlukan untuk bisa mengukur lapisan metalik dari 3 angle berbeda secara simultan. Hal ini sangat membantu para teknisi untuk mengevaluasi atribut warna dari lapisan metalik karna tampak berbeda ketika dilihat dari sudut yang berbeda.

Hal ini disebabkan karena formulasi serpihan logam di lapisan yang menyebabkan cahaya direfleksikan ke arah berlawanan dapat menyebabkan perbedaan pengukuran. Karenanya spektrofotometer multi angle merupakan alat yang direkomendasikan untuk menganalisa metalik maupun lapisan mutiara atau logam dari kendaraan.

Spektrofotometer jenis ini menggunakan pencahayaan melingkar yang menerangi permukaan benda. Pencahayaan ini memakai optical fiber berbentuk bulat pada setiap 3 sudut yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mengurangi pengaruh dari orientasi alat serta ideal untuk mengukur permukaan melengkung seperti badan mobil atau bumper. Dengan begitu akan membuat hasil pengukuran tetap stabil dan akurat.

Spektrofotometer ini diletakkan pada permukaan kendaraan atau pada panel yang akan diuji. Alat ini akan melakukan pembacaan pada sudut 250, 450 dan 750 dengan setiap permukaannya dibaca untuk beberapa variabel colorimetric seperti gelap / terang, hue dan chroma. 

Perbedaan data warna dapat dibaca karena kebanyakan sistem membandingkan kendaraan terhadap panel uji. Bacaan dan isyarat visual seperti penilaian lulus/gagal dan grafik juga ditampilkan untuk para teknisi untuk memudahkan penilaian pada perbedaan dalam ke 3 sudut yang berbeda.

Selasa, 03 Desember 2019

Alat Ukur Polarimeter

Alat Ukur Polarimeter - Polarimeter merupakan sebuah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur besarnya putaran optik yang dihasilkan oleh suatu zat dimana zat tersebut mempunyai sifat optis aktif yang terdapat dalam suatu larutan. Pada dasarnya polarimeter berfungsi untuk mempolarisasi cahaya oleh suatu senyawa optis aktif.
Alat Ukur Polarimeter
Senyawa optis aktif sendiri merupakan senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi, dan polarisasi itu sendiri adalah pembatasan arah getaran (vibrasi) dalam sinar atau radiasi elektromagnetik yang lain. Besarnya polarisasi cahaya oleh sebuah senyawa optis aktif diketahui dengan mengukur besarnya perputaran.

Sedangkan besarnya perputaran itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti struktur molekul, ketebalan, konsentrasi, temperatur, jenis zat, panjang gelombang, banyaknya molekul pada jalan cahaya dan juga pelarut.

Jenis - Jenis Polarimeter

Polarimeter sendiri mempunyai beberapa jenis yang umum digunakan, berikut adalah beberapa jenis polarimeter tersebut :

1. Polarimeter Manual

Polarimeter sendiri mulai dikembangkan mulai tahun 1830-an, polarimeter manual adalah polarimeter generasi awal dimana untuk memutar analyzer dibutuhkan pengguna secara fisik, dan untuk menilai cahaya yang datang masih menggunakan mata pemakai polarimeter. Sudut putaran ditandai pada skala yang mengelilingi analyzer tersebut, jadi pada dasarnya pengoperasian polarimeter ini masihlah secara manual.

2. Polarimeter Semi Otomatis

Polarimeter ini sudah dapat memutar analisa dan menampilkan hasil pengukuran secara otomatis.

3. Polarimeter Otomatis

Polarimeter jenis ini adalah yang paling modern, dimana semua pengoperasiannya dapat dilakukan secara otomatis. Tugas user ini hanyalah menekan tombol on dan membaca hasil pengukuran yang ditampilkan.

Bagian - Bagian Polarimeter

Alat Polarimeter sendiri tersusun dari beberapa bagian utama yaitu :

a. Sumber Cahaya

Sumber cahaya terdiri dari dua jenis, yaitu sumber cahaya filament dan sumber cahaya natrium. Sumber cahaya filament digunakan untuk alat model lama, sedangkan sumber cahaya natrium digunakan untuk alat model baru. Filter orange dengan panjang gelombang 589 nm digunakan sebagai filter cahaya yang digunakan polarimeter, agar cahaya tersebut fokus maka alat harus ditutup dan kedap udara.

b. Prisma Nicole

Prisma nicole sendiri sering disebut polarisator yang berfungsi mengubah cahaya monokromatis menjadi lebih terpolarisasi.

c. Tabung Sampel

Tabung ini mempunyai dua pengaman, yaitu karet dan skrup dan terbuat dari kaca. Pemasangan pengaman harus dilakukan secara berurutan jika tidak akan merusak lensa. Urutan pemasangan ialah lensa, karet, setelah itu baru skrup.

Tabung sampel terdiri dari bermacam-macam ukuran tergantung jumlah sampel yang diuji. Pada saat memasukkan sampel lebih baik yang dibuka ialah bagian bawahnya supaya tidak ada gelembung udara pada tabung. Pengisian sampel jangan sampai ada gelembung udara karena dapat menyebabkan pembiasan cahaya. Bagian gondok pada tabung dirancang untuk menjebak udara dalam tabung.

d. Prisma Analisator

Prisma analisator berfungsi untuk mensejajarkan sudut yang dihasilkan dari senyawa aktif optik yang tersusun dari mikroskop dan skala. Mikroskop berguna untuk menentukkan cahaya yang sudah sejajar sehingga sudut hitung rotasinya dapat dilihat dari skala dengan mengatur lensa analisator. Sudut putar adalah sudut yang ditunjukkan oleh analisator setelah sinar melewati larutan dan membentuk cahaya yang redup. Apabila bidang polarisasi berputar ke arah kiri (levo) dilihat dari pihak pengamat, peristiwa ini disebut polarisasi putar kiri. Demikian juga untuk peristiwa sebaliknya (dextro).

e. Skala Lingkar

Skala lingkar merupakan skala yang bentuknya melingkar dan pembiasan skalanya dilakukan jika telah didapatkan pengamatan tepat baur-baur.

f. Detektor

Bila pada polarimeter manual menggunakan mata sebagai detektor sedangkan polarimeter yang sudah lebih modern sudah menggunakan detektor fotoelektrik.

Prinsip Polarimeter

Polarimeter bekerja saat ada sinar yang datang dari sumber cahaya seperti lampu natrium maka cahaya tersebut akan dilewatkan melalui prisma terpolarisasi (polarizer), selanjutnya cahaya tersebut akan diteruskan ke sel yang berisi larutan. Dan akhirnya menuju prisma terpolarisasi kedua (analizer). Polarizer tidak dapat diputar - putar sedangkan analizer dapat diatur atau diputar sesuai keinginan. Bila polarizer dan analizer saling tegak lurus (bidang polarisasinya juga tegak lurus), maka sinar tidak ada yang ditransmisikan melalui medium diantara prisma polarisasi.

Peristiwa ini disebut tidak optis aktif, namun apabila suatu zat bersifat optis aktif ditempatkan pada sel dan ditempatkan diantara prisma terpolarisasi maka sinar tersebut akan ditransmisikan. Putaran optik adalah sudut yang dilalui analizer ketika diputar dari posisi silang ke posisi baru yang intensitasnya semakin berkurang hingga nol. Untuk menentukan posisi yang tepat sulit dilakukan, karena itu digunakan apa yang disebut “setengah bayangan” (bayangan redup).

Skema Kerja Polarimeter

  • Sumber listrik : digunakan arus bolak balik (AC)
  • Sumber sinar : menggunakan sinar monokromatis dari lampu Natrium yang berwarna kuning atau dengan cara melewatkan sinar kolimatos (K2C2O7)
  • Lensa : berfungsi untuk mensejajarkan sinar
  • Prisma polarisator : berfungsi untuk merubah sinar kuning menjadi sinar terpolarisasi
  • Tabung larutan : untuk tempat larutan senyawa optis aktif ukuran panjang tabung 100 mm - 200 mm
  • Prisma analisator : berfungsi dalam penganalisaan sinar terpolarisasi
  • Prisma ½ nikol atau ⅓ nikol : untuk memperoleh bayangan terang dan gelap
  • Skala : berfungsi dalam pembacaan sudut putaran
  • Teleskop : berguna untuk mengamati bayangan terang gelap

Manfaat Polarimeter Pada Industri

Polarimeter banyak dipakai dalam penganalisaan biasa seperti pada bidang pertanian untuk menganalisa nitrat dalam sampel tanah, di bidang industri seperti analisis klorida dalam pulp dan kertas, di bidang kontrol bahan makanan seperti analisis NO3-, F-, Br-, Ca2+ dalam minuman, susu, daging atau jus buah, dan di bidang biomedis

Kamis, 14 November 2019

Apa Itu Getaran

Apa Itu Getaran - Banyak aktivitas-aktivitas manusia yang berhubungan langsung dengan getaran. Sebagai contoh, kita dapat mendengar karena gendang telinga kita bergetar dan melihat karena gelombang cahaya bergetar. Bernafas sendiri akan berkaitan dengan getaran paru - paru dan berjalan termasuk gerakan osilasi periodik pada kaki dan tangan, sedangkan ucapan manusia membutuhkan gerakan osilasi dari laring dan lidah.

Apa Itu Getaran

Disiplin ilmu awal pada medan getaran difokuskan pada usaha dalam memahami fenomena alam, serta dalam mengembangkan teori matematis untuk menggambarkan getaran pada sistem fisik. Dewasa ini, banyak penyelidikan yang dimotivasi oleh aplikasi keteknikan dari getaran, seperti desain mesin, pondasi, struktur, turbin dan sistem kontrol.

Banyak penggerak utama memiliki masalah getaran yang disebabkan oleh ketidakseimbangan inheren pada mesin. Ketidakseimbangan mungkin disebabkan oleh kegagalan desain atau proses manufaktur yang buruk. Ketakseimbangan pada mesin diesel dapat menyebabkan gelombang tanah yang cukup kuat sehingga menimbulkan gangguan pada daerah urban atau perkotaan.

Pada turbin, getaran dapat menyebabkan kegagalan mekanik yang spektakuler. Para insinyur belum mampu mencegah kegagalan yang diakibatkan oleh getaran cakram dan blade (sudu) pada turbin. Secara alami, struktur yang didesain untuk mendukung mesin sentrifugal berat seperti motor dan turbin atau mesin reciprocating seperti mesin uap / gas dan pompa bolak - balik, juga mengalami getaran. Pada semua kondisi, struktur atau komponen mesin mengalami getaran sehingga dapat mengalami kegagalan karena kelelahan material sebagai akibat dari getaran berulang dari tegangan yang diinduksikan.

Apa Itu Getaran

Lebih jauh, getaran menyebabkan keausan yang lebih cepat pada part-part mesin seperti bearing (bantalan) dan gear (roda gigi) dan juga menimbulkan kebisingan yang berlebih. Pada mesin, getaran dapat melonggarkan pengencang seperti baut atau mur. Pada proses pemotongan logam, getaran dapat menyebabkan goresan dan guncangan sehingga hasil finishing permukaan menjadi buruk.

Fenomena dimana frekuensi alami dari mesin atau struktur bertepatan dengan frekuensi dari gaya eksitasi luar, dikenal sebagai resonansi. Resonansi disebabkan oleh defleksi berlebih dan kegagalan. Dalam banyak sistem kerekayasaan, manusia bertindak sebagai bagian integral dari sistem. Transmisi getaran ke manusia mengakibatkan ketidaknyamanan dan kehilangan efisiensi. Getaran dan suara bising yang dihasilkan oleh engine menyebabkan gangguan pada orang dan kadang-kadang merusak properti.

Getaran pada panel instrumen dapat menyebabkan mal-fungsi atau kesulitan dalam pembacaan meteran. Sehingga satu dari tujuan penting dari studi getaran adalah mengurangi getaran melalui desain mesin yang tepat dan pemasangannya. Pada sambungan, insinyur teknik mesin mencoba untuk mendesain engine atau mesin sedemikian rupa untuk meminimalisasikan ketakseimbangan, sementara insinyur struktur mencoba untuk mendesain struktur yang mendukung sedemikian rupa untuk menjamin pengaruh dari ketakseimbangan tidak akan membahayakan.

Meskipun pengaruhnya merugikan, namun getaran dapat dimanfaatkan secara menguntungkan dalam beberapa penerapan oleh pelanggan dan industri. Kenyataannya, memang aplikasi pada perlengkapan getaran telah meningkatkan kepercayaan dalam tahun belakangan. Sebagai contoh, getaran diletakkan untuk bekerja di konveyor yang bergetar, hopper, saringan, pemadat, mesin cuci, sikat gigi listrik, drill dokter gigi, jam, dll.

Getaran juga digunakan dalam pengujian getaran pada material, dan sirkuit elektronik untuk menyaring keluar frekuensi yang tidak diinginkan. Getaran telah ditemukan untuk meningkatkan efisiensi dari permesinan tertentu, pengecoran, penempaan, dan proses pengelasan. Hal itu dilakukan untuk mensimulasikan gempa bumi pada penelitian geologi dan juga melakukan studi dalam desain reaktor nuklir.

Rabu, 27 Maret 2019

Pengaruh pH Air Terhadap Korosi

Pengaruh pH Air Terhadap Korosi - Korosi merupakan proses perusakan benda logam, logam akan mengalami penurunan degration karena saling bereaksi dengan lingkungan secara kimia maupun tidak. Korosi biasanya disebabkan oleh tingkat kelembaban lingkungan, penyimpanan yang tidak benar, tingkat oksigen di udara, dan lain sebagainya.

Sumber : Jual Hardness Tester

Selain itu korosi juga disebabkan oleh air apalagi air hujan karena air hujan bersifat asam. Ph air sangat berpengaruh bagi korosi karena apabila kadar ph air tidak sesuai ukuran yang aman untuk laju korosi maka laju korosi akan meningkat.

Kadar pH air yang netral yaitu =7, basa >7, asam <7. Kadar pH air yang baik agar korosi tidak meningkat yaitu berkisar antara 7 sampai 13. Apabila besi dalam kadar pH air kurang dari 7 dan lebih dari 13 maka laju korosi pada besi akan meningkat.

Untuk mengukur kadar pH air anda bisa mengukurnya dengan pH meter air. Alat ukur pH meter bisa anda temukan pada toko maupun perusahaan alat ukur. Sebagai informasi bagi anda yang ingin beli pH meter, di CV Java Multi Mandiri juga menyediakan alat ukur pH meter yang bisa anda beli secara offline maupun online.

Benda yang sering digunakan dalam rumah tangga biasanya rentan terhadap  korosi contohnya yaitu aluminium, besi, seng, dan tembaga. Pada benda yang rentan terhadap korosi  pertama muncul lubang-lubang korosi yang bisa dilihat dengan mata telanjang (tidak menggunakan alat bantu). Apabila benda yang rentan terhadap korosi  tidak dirawat dengan baik maka lambat laun benda tersebut  akan rusak.


Cara untuk meminimalisir korosi yaitu :
  • Melapisi dengan oli maupun minyak.
  • Melapisi dengan cat.
  • Melapisi dengan kromium.
  • Melapisi dengan plastik.
  • Galvanisasi ( pelapisan logam besi).
  • Menyimpan benda yang rentan terhadap korosi di dalam ruangan yang kering dan tidak lembab.
Apabila tidak mengetahui kadar pH dan kelembaban lingkungan terus meningkat, maka korosi akan menyebabkan keropos pada besi yang digunakan untuk menopang bangunan dan bangunan akan runtuh. Dan juga akan menyebabkan benda keropos pada benda yang sering digunakan di rumah tangga apabila tidak merawatnya dengan baik.

Senin, 04 Maret 2019

Bahaya Pengeboran Minyak dan Gas

Bahaya Pengeboran Minyak dan Gas - Negara kita Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam yang sangat melimpah. Sumber daya alam ini ada yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak dan gas.

Bahaya Pengeboran Minyak dan Gas
Sumber : https://oreo1611.blogspot.com/

Sumber daya alam ini memiliki cadangan hingga 4,4 juta barel dan Indonesia sendiri dapat mengekspor 1 juta barel Liquefied Natural Gas (LNG) pada negara tetangga yang membutuhkan pasokan minyak bumi kita.

Daerah Jawa timur dan Riau merupakan penghasil minyak terbesar di Indonesia yang rata - rata dapat menghasilkan sekitar 365.827 barel per hari dengan rincian minyak mentah 359.777 dan kondesat sebesar 6.050 barel untuk daerah Riau. Sedangkan pada daerah Jawa Timur dapat menghasilkan 52.290 barel per hari dengan kondesat 326 barel atau totalnya 52.616 barel perhari.

Untuk mendapatkan minyak mentah pengeboran harus dilakukan hingga kedalaman 1000 – 3000 meter agar minyak bumi dapat dipompa dan dialirkan ke penyulingan untuk melewati proses selanjutnya. Pada proses penyulingan minyak akan dipisahkan dari zat yang tidak dipakai karena minyak masih bercampur dengan zat dan molekul lainnya, pada keadaan ini minyak masih berwarna hitam.

Setelah dilakukan penyulingan dan pengolahan menjadi bahan bakar seperti bensin, solar, minyak tanah, avtur dan lain sebagainya barulah minyak bumi dapat kita gunakan sebagai bahan bakar. Selain itu sisa penyulingan juga harus dikelola dengan baik agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.

Dalam proses pengeboran penting untuk mengetahui bahaya yang akan ditimbulkan. Hal ini penting agar kita dapat melakukan pertolongan pertama jika terjadi bahaya. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang sering terjadi pada proses pengeboran minyak dan gas :

1. Kebakaran

Pipa - pipa yang bocor dapat menyebabkan terjadinya kebakaran, selain itu masalah konsleting listrik pada tempat pengeboran atau gas - gas yang tertahan dalam eksplorasi lepas pantai mengalami getaran yang hebat sehingga gas tersebut terangkat ke udara dan terkena sulutan api juga dapat menyebabkan kebakaran hebat.

2. Ledakan

Ledakan dapat disebabkan karena adanya drum penampung yang tersulut api atau konsleting listrik. Ledakan juga dapat terjadi karena kebakaran yang tidak segera dipadamkan dengan alat pemadam atau hydran sehingga menyebabkan ledakan besar terjadi.

3. Uap dan zat berbahaya

Uap dan bahan kimia pada pengeboran memang tidak baik untuk kesehatan, karena dapat menyebabkan kanker pada diri seseorang. Biasanya pengeboran menggunakan bahan kimia untuk membersihkan mesin bor atau untuk melumasi pengeboran agar tidak aus pada perputaran mesinnya.

Untuk mengurangi resiko bahaya tersebut karenanya diperlukan peralatan keamanan yang memadai dan sesuai standar. Peralatan seperti alat pemadam kebakaran, peralatan pengaman pekerja dsb harus ada pada sebuah pengeboran minyak dan gas.

Selain itu pemeliharaan dan pemeriksaan pipa secara rutin juga harus dilakukan, karena awal semua bahaya tersebut adalah adanya suatu retakan. Oleh karena itu retakan ini harus dapat dideteksi sedini mungkin walaupun masih belum dapat dilihat secara kasat mata.

Pendeteksian retakan yang tidak kasat ini hanya dapat dilakukan menggunakan bantuan alat detektor seperti pendeteksi keretakan atau flaw detector. Alat tersebut merupakan alat yang mampu mendeteksi keretakan pipa gas dan minyak bumi sedini mungkin.