Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Mei 2023

Manfaat Susu Kedelai

Manfaat Susu Kedelai - Susu kedelai dibuat dari kacang kedelai yang digiling kemudian direbus. Susu ini berasal biji kedelai yang tanaman secara alami bebas kolesterol, rendah lemak jenuh, dan tidak mengandung laktosa. Menurut sebuah penelitian, wanita yang rutin mengkonsumsi susu kedelai memiliki resiko osteoporosis 56% lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak meminumnya.
top1toto


Selain itu, susu kedelai dapat meringankan gejala menopause, seperti sensasi rasa panas (hot flashes) dan berkeringat di malam hari. Kedelai juga diduga dapat membantu fungsi kognitif wanita yang berusia di bawah 65 tahun. Sedangkan anggapan bahwa susu kedelai berguna untuk kesehatan jantung saat ini masih diteliti.

Manfaat Susu Kedelai

Berikut beberapa kandungan susu kedelai yang baik untuk tubuh :

  • Susu kedelai mengandung protein yang hampir sama banyaknya dengan susu sapi, namun dengan kadar kalori yang lebih rendah
  • Vitamin D penting untuk kesehatan tulang. Banyak susu kedelai yang dijual sudah ditambahkan dengan vitamin D
  • Vitamin B12 membantu memproduksi sel darah merah sehingga mencegah anemia. Sumber vitamin B12 diantaranya yaitu telur dan produk susu. Namun, untuk kaum vegetarian atau mereka yang alergi terhadap susu sapi, mengkonsumsi susu kedelai dapat membantu melengkapi kebutuhan vitamin B12
  • Susu kedelai juga mengandung seng (zinc) yang sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh
  • Kedelai tinggi akan kandungan asam lemak, seperti omega-3 yang bisa membantu dalam mengurangi kadar lemak darah (kolesterol total dan trigliserida). Sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung

Resiko mengkonsumsi susu kedelai

Di samping memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan, beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi produk kedelai memiliki risiko seperti berikut :

  • Mengkonsumsi kedelai 30 gram setiap harinya selama sebulan diduga dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi tiroid
  • Senyawa isoflavon dalam kedelai diduga berkaitan dengan menurunnya jumlah sperma. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kebenaran dari dugaan tersebut
  • Susu kedelai belum tentu cocok pada bayi yang alergi dengan susu sapi. Jadi, sebelum memutuskan untuk memberikan susu berbahan kedelai pada anak, diperlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu
  • Kedelai mengandung fitoestrogen yang secara alami dihasilkan oleh tanaman. Bagi sebagian orang, fitoestrogen ini dapat berdampak negatif pada tubuh. Tubuh secara alami akan memproduksi hormon estrogen, sementara fitoestrogen hampir sama dengan hormon estrogen. Mengkonsumsi susu kedelai dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan naiknya kadar hormon estrogen dalam tubuh
  • Sebenarnya kedelai sama seperti makanan lainnya, tidak menimbulkan masalah selama dikonsumsi dengan tidak berlebihan. Mengkonsumsi susu kedelai dalam jumlah yang cukup dapat bermanfaat untuk tubuh

Konsumsi sebanyak 10 mg kedelai per hari dapat menurunkan risiko kambuhnya kanker payudara hingga 25%. Hal ini karena kedelai mengandung antioksidan berupa zat genistein yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker bila dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang.

Meskipun baik, namun selain mengkonsumsi kedelai kita juga harus mengimbanginya dengan mengkonsumsi buah dan sayuran, biji - bijian utuh serta produk protein lainnya. Tubuh kita membutuhkan gizi dari beragam jenis makanan, jadi jangan hanya fokus pada satu makanan saja meskipun itu baik dan bergizi.

Rabu, 18 Maret 2020

Buah Merah untuk Pewarna Alami Sosis

Buah Merah untuk Pewarna Alami Sosis - Sosis daging sapi adalah salah satu jenis produk olahan daging yang sudah umum kita jumpai dan banyak dikonsumsi. Produk yang dibuat dengan menghaluskan daging sapi dicampur tepung ini bisa menjadi pilihan makanan Anda.

Pewarna Alami Sosis
Sumber : Jual Colorimeter
Sosis memerlukan bahan tambahan khusus pangan untuk memperpanjang umur simpan. Bahan pewarna nitrit adalah salah satu bahan yang ditambahkan guna membuat sosis berwarna merah. Selain itu, sifat antimikroba yang ada dalam bahan nitrit mampu menghambat pertumbuhan bakteri sehingga memperpanjang masa simpan sosis.

Akan tetapi patut diperhatikan bahwa bahan pewarna nitrit ini tidak boleh digunakan terlalu banyak. Apabila nitrit dikonsumsi secara berlebihan, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Pewarna Alami Sosis

Dari hal inilah yang mendasari Irma Isnafia Arief, Zakiah Wulandari dan Danang Setiawan selaku tim peneliti dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian dengan memakai bahan alami yaitu buah merah sebagai pengganti nitrit dalam pembuatan sosis daging sapi.

Buah merah yang diekstrak akan menghasilkan dua bentuk yaitu minyak buah merah dan pasta buah merah. Pasta buah merah biasanya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau dibuang begitu saja sebagai limbah. Akan tetapi tim IPB berinovasi dengan memanfaatkannya sebagai pasta buah merah dan digunakan untuk pewarna alami dalam proses pembuatan sosis daging sapi.

Kandungan tokoferol dan karoten dalam buah merah bermanfaat mampu memelihara daya tahan tubuh apabila kita mengkonsumsinya secara rutin. Selain itu, buah merah juga mengandung antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sifat fisik, mikrobiologi dan organoleptik pada sosis daging sapi yang ditambahkan pasta buah merah dan disimpan pada suhu ruang. Penelitian dilakukan pada sosis yang diberi pasta mulai dari 0% dan 11% yang diamati pada jam ke 0, 5, 10, 15, 20 pada suhu ruang.

Dari penelitian tersebut membuktikan sosis dapat bertahan selama 10 jam pada suhu ruang karena pasta buah merah dapat menghambat aktivitas radikal bebas pada sosis. Selain itu, dengan penambahan pasta buah merah mampu menurunkan tingkat keasaman (pH) dan aktivitas air.

Berdasarkan pengujian mutu hedonik, pasta buah merah yang ditambahkan pada sosis dapat memberikan warna yang cerah, aroma dan rasa yang khas. Jadi dapat disimpulkan pasta buah merah bisa dijadikan pewarna alami pada makanan dan berdampak baik bagi tubuh manusia yang mengkonsumsinya.

Selasa, 03 Maret 2020

Pewarna Obat dan Makanan

Pewarna Obat dan Makanan - Zat pewarna kini sudah menjadi zat yang umum digunakan pada makanan atau minuman dan juga obat - obatan untuk mengubah warna asli atau hanya sekedar menguatkan warna aslinya. Zat pewarna juga banyak digunakan pada produk seperti kerajinan rumah tangga atau mainan edukatif, namun jenis zat pewarna pada produk ini dan yang digunakan pada makanan tentu saja berbeda.
Pewarna Obat dan Makanan

Pada makanan, minuman sendiri warna dikaitkan dengan cita rasa, sebagai contoh makanan atau minuman yang beraroma strawberry maka akan diberikan zat warna merah. Contoh lainnya adalah pewarna hijau untuk rasa apel atau melon, kuning untuk rasa nanas atau jeruk, dan coklat untuk karamel dan berbagai jenis warna lainnya.

Pewarna Obat dan Makanan

Selain itu zat pewarna juga mempunyai fungsi untuk menghindari variasi warna yang dapat terjadi pada produk yang disebabkan karena faktor musim, pengolahan dan penyimpanan. Contoh produk yang dapat mengalami perubahan warna karena faktor tersebut adalah  jeruk florida dan ikan salmon.
Pada umumnya penambahan zat pewarna pada makanan atau minuman mempunyai tujuan yaitu :

  1. Menutupi variasi warna yang terjadi secara alami
  2. Memperkuat warna alami produk atau komoditas
  3. Memberi identitas pada makanan atau minuman
  4. Memberi perlindungan pada rasa dan vitamin tertentu dari kerusakan akibat cahaya
  5. Melindungi komoditas dari pudarnya warna akibat cahaya, atau suhu yang ekstrim

Zat pewarna sendiri ada dua jenis yaitu zat pewarna alami dan sintesis. Akan tetapi yang harus diperhatikan penggunaannya adalah zat warna sintetis, contoh zat pewarna sintesis adalah

  • FD&C Blue No 1 (atau brilliant blue FCF atau E133)
  • FD&C Blue No 2 (atau indigotine atau E132)
  • FD&C Green No 3 (atau fast green FCF atau E143)
  • FD&C Red No 3 (atau erythrosine atau E127)
  • FD&C Yellow No 5 (atau tartrazine atau E102)
  • FD&C Yellow No 6 (atau sunset yellow FCF atau E110)
  • FD&C Red No 40 (atau allura red AC atau E129)

Zat warna tersebut disebut zat warna primer dan campurannya disebut zat warna sekunder. Selain zat warna sintesis, ada jenis zat warna alami seperti

  • warna karamel yang dihasilkan dari gula yang dikaramelkan dan umumnya dipakai untuk minuman kola dan kosmetik
  • annatto yang memberikan warna kuning kemerahan yang berasal dari biji tanaman Achiote
  • pewarna hijau yang dihasilkan dari alga chlorella
  • cochineal yang digunakan sebagai zat warna merah dari serangga Dactylopius coccus
  • kunyit, paprika dan juga elderberry

Simbol FD&C mempunyai arti FDA (the Food and Drug Administration) sudah memberikan izin zat pewarna tersebut digunakan dalam makanan, obat dan kosmetik. Sedangkan simbol E contohnya E143 mempunyai arti bahwa zat warna tersebut telah disetujui untuk digunakan di wilayah Uni Eropa.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa zat pewarna alami memang lebih aman untuk digunakan, karenanya penggunaan zat pewarna alami sangat dianjurkan. Meskipun dapat dikatakan aman, namun tetap saja zat pewarna sintesis bila digunakan secara terus menerus juga akan menimbulkan efek yang tidak baik khususnya bagi anak - anak.

Minggu, 16 Februari 2020

Pengeringan Bahan Pangan

Pengeringan Bahan Pangan - Pengeringan bahan pangan merupakan salah satu cara mengawetkan makanan secara fisik dengan cara atau menggunakan suatu proses untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan secara menguapkan sebagian besar air yang dikandungnya. Penguapan ini dilakukan menggunakan energi panas hingga mencapai kadar air pada bahan yang dikehendaki.

Pengeringan Bahan Pangan

Pengurangan kadar air bahan ini dilakukan sampai pada batas dimana mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya namun tidak merusak bahan pangan. Selain itu pengertian lain dari pengeringan dapat juga suatu penerapan panas dalam kondisi terkendali yang bertujuan untuk mengeluarkan sebagian besar air dalam bahan pangan. Pengeluaran kadar air ini dilakukan melalui cara seperti evaporasi (pada pengeringan umum) dan sublimasi (pada pengeringan beku).

Pertumbuhan Mikroba di dalam bahan pangan sangat dipengaruhi oleh kandungan air yang ada dalam bahan tersebut. Dengan melakukan pengeringan maka hal ini akan mengganggu lingkungan hidup mikroba itu sendiri dan pastinya akan mengganggu hidup mikroba tersebut.

Dengan menurunkan kadar air substrat (aw) sudah cukup mengganggu lingkungan mikroba itu sendiri. Pertumbuhan mikroba dapat dihambat atau dicegah dengan mengatur kadar air pada substrat tersebut karena air sangat berpengaruh pada aktivitas dan pertumbuhan mikroba. Apabila kandungan air mencapai 80% maka ini akan menjadi habitat yang baik bagi mikroba. Jadi dengan proses pengeringan atau mengurangi kadar air akan menghambat atau dapat mematikan pertumbuhan mikroba.

Pada dasarnya pengeringan bahan pangan adalah mengurangi kadar air bahan (aw) sehingga mikroba tidak mungkin lagi untuk melakukan aktivitasnya sehingga pertumbuhannya terganggu atau terhambat.

Pengeringan Bahan Pangan

Secara umum pengeringan bahan pangan adalah untuk meningkatkan umur simpan dan mengurangi volume atau berat bahan pangan tersebut. Namun selain kedua tujuan utama tersebut ada empat tujuan lain yang bisa dicapai dengan mengeringkan bahan pangan, yaitu :

  1. Mengurangi risiko kerusakan karena aktivitas mikroba. Mikroba memerlukan air untuk pertumbuhannya sehingga dengan berkurangnya kadar air dapat mematikan atau paling tidak menghambatnya
  2. Menghemat ruang penyimpanan atau pengangkutan
  3. Untuk mendapatkan produk yang lebih sesuai dengan penggunaannya
  4. Agar nutrien berguna seperti mineral, vitamin, dsb dapat dipertahankan guna menjaga mutu dan kualitas bahan pangan