Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juli 2023

Cara Pemakaian Alat Ukur pH Tanah

 

Sumber: canva.com

Parameter yang sangat dibutuhkan pada sektor pertanian dan perkebunan adalah pH tanah. Hal ini dikarenakan keseimbangan pH tanah mempengaruhi hasil kebun para petani. Selain itu, pH tanah menggambarkan tingkat keasaman atau kebasaan suatu tanah, dan dapat mempengaruhi ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Untuk mengukur pH tanah, digunakan alat ukur pH tanah yang dapat memberikan informasi akurat tentang kondisi tanah dan membantu petani atau tukang kebun mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki pH tanah jika diperlukan. Maka dari itu, tata cara atau langkah-langkah dalam menggunakan alat ini perlu diketahui oleh individu yang bekerja dalam sektor ini. Berikut adalah tata cara menggunakan alat ukur pH tanah:

  1. Persiapkan Alat Ukur

Pastikan alat ukur pH tanah dalam kondisi baik dan terkalibrasi dengan benar sebelum digunakan.. Baterai alat ukur pH tanah juga harus terisi penuh untuk memastikan keakuratannya. Jika menggunakan elektroda pH terpisah, periksa juga kebersihannya dan pastikan dalam kondisi yang baik.

  1. Persiapan Sampel Tanah

Ambil sampel tanah dari area yang ingin diukur pH-nya. Penting untuk mengambil sampel dari beberapa lokasi yang berbeda di area tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Gunakan alat pengambil sampel atau trowel untuk mengambil sampel tanah hingga kedalaman yang diinginkan, biasanya sekitar 10-15 cm. Hindari menyentuh sampel tanah dengan tangan Anda untuk menghindari kontaminasi.

  1. Pengukuran pH Tanah

Langkah selanjutnya adalah memasukkan sampel tanah ke dalam wadah pengukur yang disediakan oleh alat ukur pH tanah. Diperlukan untuk menambahkan air steril atau larutan penyangga ke dalam wadah sesuai petunjuk alat ukur. Setelah itu, masukkan elektroda pH ke dalam wadah dan pastikan elektroda sepenuhnya terendam dalam larutan. Tunggu beberapa detik agar alat ukur pH menunjukkan nilai pH yang stabil. Catat nilai pH yang ditampilkan pada layar.

  1. Interpretasi Hasil

   Setelah mendapatkan nilai pH tanah, interpretasikan hasil tersebut. pH tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman umumnya berkisar antara 6 hingga 7. Jika pH tanah terlalu rendah (asam), perlu ditambahkan bahan penambah pH seperti kapur pertanian. Jika pH tanah terlalu tinggi (basa), perlu menggunakan bahan penurun pH seperti belerang.

  1. Perawatan Alat Ukur

   Setelah selesai mengukur pH tanah, bersihkan alat ukur tersebut dengan hati-hati. Bersihkan dengan cara mengairi air bersih atau cairan pembersih yang direkomendasikan oleh produsen. Jangan biarkan elektroda kering atau terkena kontaminasi. Simpan alat ukur pH tanah dengan benar agar tetap dalam kondisi yang baik dan tahan lama.


Dalam penggunaan alat ukur ini, penting untuk memperhatikan petunjuk penggunaan yang diberikan oleh produsen alat tersebut. Tidak lupa juga untuk melakukan pengukuran pH tanah secara teratur untuk memantau perubahan kondisi tanah seiring waktu dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. Penggunaan alat ukur pH tanah yang benar, petani dan tukang kebun dapat mengoptimalkan kegiatan pertanian dan kebun mereka dengan menyesuaikan kondisi tanah sesuai kebutuhan tanaman yang ditanam. 

Kemudian, pemilihan alat ukur pH tanah sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan adalah hal yang perlu dipertimbangkan. Dikarenakan setiap petani atau tukang kebun memiliki kebutuhannya masing-masing. Harga alat ini di pasaran memiliki rentang 60 ribu rupiah sampai 3 juta rupiah. Perlu diingat bahwa harga-harga tersebut hanya perkiraan dan dapat berbeda di setiap daerah atau toko. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan kualitas dan kehandalan alat ukur pH tanah yang akan dibeli. Beberapa merek terkenal atau merek dengan reputasi baik mungkin memiliki harga yang sedikit lebih tinggi, tetapi menawarkan keandalan dan akurasi yang lebih baik.

Disarankan untuk melakukan riset dan membandingkan berbagai merek dan model alat ukur pH tanah sebelum membuat keputusan pembelian. Perhatikan juga garansi yang ditawarkan oleh produsen untuk memastikan perlindungan Anda jika terjadi kerusakan atau masalah teknis dengan alat tersebut.

Terakhir, penting juga untuk mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran diri sendiri. Pilih alat ukur pH tanah yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Investasi dalam alat ukur pH tanah yang baik dapat memberikan manfaat jangka panjang dengan memastikan keberhasilan pertanian atau kebun.


Klik link ini untuk mendapatkan alat ukur pH tanah yang anda butuhkan.


Baca juga Jenis Gabah Panen

Senin, 23 Maret 2020

Cara Mengetahuinya Kematangan Buah

Cara Mengetahuinya Kematangan Buah - Tidak semua jenis buah bisa terdeteksi kematangannya hanya dengan sekali pandang. Terlebih lagi untuk jenis buah yang harus dikupas seperti buah naga, alpukat dan sebagainya.

Cara Mengetahuinya Kematangan Buah

Setiap jenis buah mempunyai ciri tersendiri ketika matang, sebenarnya kita dapat mengetahuinya tanpa harus membelahnya. Berikut adalah beberapa jenis buah yang dapat kita identifikasi kematangannya tanpa harus membelahnya :

Cara Mengetahuinya Kematangan Buah

1. Alpukat

  • Buah alpukat yang telah matang mempunyai warna kulit yang agak gelap seperti hijau gelap dan cenderung keunguan
  • Selain warna, tekstur kulitnya juga bisa berpengaruh. Apabila kasar dan bergerindil ada kemungkinan buah alpukat sudah matang dengan sempurna
  • Coba patahkan bagian pangkal tangkainya dan apabila susah dipatahkan maka itu artinya daging buah belum terlalu matang begitu juga buahnya. Jika setelah dipatahkan pangkalnya berwarna hijau segar, berarti sudah matang, sedangkan warna cokelat kegelapan tandanya terlalu matang

2. Jeruk Mandarin

  • Pilihlah warna buah yang segar dan lebih gelap. Sekilas warna jeruk Mandarin nampak sama. Tapi kalau diperhatikan lagi, kamu akan menemukan warna orange kulit jeruk yang lebih tajam dari lainnya
  • Jeruk dalam kondisi segar biasanya punya kulit mengkilap. Coba arahkan ke sinar lampu, kalau cenderung doff atau tidak memantul, bisa jadi daging buah tak kaya air
  • Semakin tebal dan kasar kulitnya, makin sedikit kandungan airnya. Jeruk dengan rasa lebih manis dan segar biasanya mempunyai kulit yang tipis dan lembut
  • Bagian bawah jeruk yang berbentuk melengkung atau lebih cekung cenderung mempunyai rasa yang manis

3. Semangka

  • Buah semangka seluruh permukaan kulitnya pasti memiliki field spot yang berupa bercak kuning lebar yang ada di satu sisi buah. Apabila Anda ingin membeli semangka maka pastikan memilih yang field spotnya berwarna cerah dengan ukuran yang lebar. Makin lebar bercak ini, artinya semangka ditanam dalam waktu lebih lama. Kalau berukuran kecil dan warnanya pucat, kemungkinan buah dipanen sebelum waktunya
  • Ketuk perlahan permukaan semangka dengan ujung jari. Kalau suaranya terkesan penuh dan berat, semangka biasanya sudah matang. Jika bunyinya lebih nyaring, kemungkinan tekstur semangka berongga dan minim kandungan air
  • Kalau kamu beli semangka potong yang sudah dikupas, pastikan warnanya merah segar dan tidak pucat. Selain itu, tekan perlahan daging buah. Semangka segar akan mengeluarkan air dengan mudah

4. Manggis

  • Manggis segar dan berkualitas biasanya punya tangkai dan kelopak atas yang masih utuh dan berwarna kehijauan
  • Ciri manggis yang matang adalah berwarna ungu gelap. Kalau masih merah bisa jadi kurang matang
  • Perhatikan tekstur kulit, apabila sedikit lunak ketika ditekan maka tandanya buah sudah matang. Jika kulit terasa kaku dan sangat keras, bisa jadi belum matang atau justru terlalu matang hingga hampir busuk
  • Jangan pilih manggis yang mempunyai bercak kuning, karena umumnya manggis ini mempunyai banyak getah di dalamnya
  • Coba cek bunga di bagian bawah manggis, bunga kecil inilah yang menunjukkan berapa isi buah di dalamnya. Lebih baik pilih manggis yang punya buah lebih dari empat, karena meski ukuran daging buahnya lebih kecil, bijinya hampir tak ada dan bisa langsung ditelan

5. Buah naga

  • Buah naga dalam keadaan baik memiliki kulit yang mulus dan berwarna pink cerah. Kulit buah dengan noda, bekas memar, lubang, dan bercak kuning sebaiknya dihindari
  • Bagian kulit yang menjuntai harusnya berwarna hijau cerah dan tampak segar. Kalau terdapat noda cokelat atau warnanya kuning kusam, bisa jadi buah sudah terlalu lama dalam ruang penyimpanan
  • Cium bagian luar kulit di area pangkal tangkai, biasanya buah matang punya aroma segar khas buah tropis
  • Tekan bagian luar buah naga, buah yang matang mempunyai tekstur yang lebih empuk. Apabila kulitnya cenderung keras umumnya buah belum terlalu matang dan rasanya tidak manis

Rabu, 14 Agustus 2019

Jenis Gabah Panen

Jenis Gabah Panen - Tahukah Anda bahwa sebelum beras yang biasa dibeli masyarakat telah melewati berbagai proses mulai dari panen hingga penggilingan. Sebelum digiling, gabah mempunyai beberapa jenis, bagi Anda yang berkecimpung dalam bidang pertanian mungkin sudah mengetahuinya, namun bagi yang tidak tentu kurang tahu akan hal tersebut.

Jenis Gabah Panen

Berbagai jenis gabah tersebut dibedakan berdasarkan kadar airnya, biasanya kadar air pada gabah ini akan diukur menggunakan alat pengukur kadar air atau moisture meter. Kadar air pada gabah ini menentukan apakah gabah tersebut siap digiling atau tidak.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa jenis gabah berdasarkan kadar airnya :

Jenis Gabah Panen

1. GKP (Gabah Kering Panen)

GKP adalah singkatan dari Gabah Kering Panen, jenis gabah ini adalah gabah setelah dipanen yang mempunyai nilai kadar air lebih besar dari 18% akan tetapi lebih kecil atau sama dengan 25% dari kadar air pada gabah. Selain itu nilai hampa / kotoran lebih besar dari 6% tetapi lebih kecil atau sama dengan 10%, butir hijau / mengapur lebih besar dari 7% tetapi lebih kecil atau sama dengan 10%. Sedangkan butir kuning / rusak maksimal 3% dan butir merah maksimal 3%.

2. GKS (Gabah Kering Simpan)

GKS (Gabah Kering Simpan) merupakan jenis gabah yang mengandung kadar air lebih besar dari 14% namun lebih kecil atau sama dengan 18%. Gabah jenis ini mempunyai ciri yaitu kotoran / hampa lebih besar dari 3% tetapi lebih kecil atau sama dengan 6%, butir hijau / mengapur lebih besar dari 5% tetapi lebih kecil atau sama dengan 7%, dan butir kuning/rusak maksimal 3% dan butir merah maksimal 3%. Gabah dengan cara tersebut diperuntukan untuk disimpan sebelum dilakukan penggilangan.

3. GKG (Gabah Kering Giling)

GKG (Gabah Kering Giling) adalah gabah yang mempunyai kandungan kadar air maksimal 14% karena jika lebih akan terjadi pecah saat penggilingan. Selanjutnya jenis gabah ini mempunyai kandungan kotoran / hampa maksimal 3%, butir hijau / mengapur maksimal 5% dan mempunyai butir kuning / rusak maksimal 3% sedangkan butir merah maksimal 3%.