Tampilkan postingan dengan label pewarna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pewarna. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2020

Buah Merah untuk Pewarna Alami Sosis

Buah Merah untuk Pewarna Alami Sosis - Sosis daging sapi adalah salah satu jenis produk olahan daging yang sudah umum kita jumpai dan banyak dikonsumsi. Produk yang dibuat dengan menghaluskan daging sapi dicampur tepung ini bisa menjadi pilihan makanan Anda.

Pewarna Alami Sosis
Sumber : Jual Colorimeter
Sosis memerlukan bahan tambahan khusus pangan untuk memperpanjang umur simpan. Bahan pewarna nitrit adalah salah satu bahan yang ditambahkan guna membuat sosis berwarna merah. Selain itu, sifat antimikroba yang ada dalam bahan nitrit mampu menghambat pertumbuhan bakteri sehingga memperpanjang masa simpan sosis.

Akan tetapi patut diperhatikan bahwa bahan pewarna nitrit ini tidak boleh digunakan terlalu banyak. Apabila nitrit dikonsumsi secara berlebihan, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Pewarna Alami Sosis

Dari hal inilah yang mendasari Irma Isnafia Arief, Zakiah Wulandari dan Danang Setiawan selaku tim peneliti dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian dengan memakai bahan alami yaitu buah merah sebagai pengganti nitrit dalam pembuatan sosis daging sapi.

Buah merah yang diekstrak akan menghasilkan dua bentuk yaitu minyak buah merah dan pasta buah merah. Pasta buah merah biasanya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau dibuang begitu saja sebagai limbah. Akan tetapi tim IPB berinovasi dengan memanfaatkannya sebagai pasta buah merah dan digunakan untuk pewarna alami dalam proses pembuatan sosis daging sapi.

Kandungan tokoferol dan karoten dalam buah merah bermanfaat mampu memelihara daya tahan tubuh apabila kita mengkonsumsinya secara rutin. Selain itu, buah merah juga mengandung antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sifat fisik, mikrobiologi dan organoleptik pada sosis daging sapi yang ditambahkan pasta buah merah dan disimpan pada suhu ruang. Penelitian dilakukan pada sosis yang diberi pasta mulai dari 0% dan 11% yang diamati pada jam ke 0, 5, 10, 15, 20 pada suhu ruang.

Dari penelitian tersebut membuktikan sosis dapat bertahan selama 10 jam pada suhu ruang karena pasta buah merah dapat menghambat aktivitas radikal bebas pada sosis. Selain itu, dengan penambahan pasta buah merah mampu menurunkan tingkat keasaman (pH) dan aktivitas air.

Berdasarkan pengujian mutu hedonik, pasta buah merah yang ditambahkan pada sosis dapat memberikan warna yang cerah, aroma dan rasa yang khas. Jadi dapat disimpulkan pasta buah merah bisa dijadikan pewarna alami pada makanan dan berdampak baik bagi tubuh manusia yang mengkonsumsinya.

Selasa, 03 Maret 2020

Pewarna Obat dan Makanan

Pewarna Obat dan Makanan - Zat pewarna kini sudah menjadi zat yang umum digunakan pada makanan atau minuman dan juga obat - obatan untuk mengubah warna asli atau hanya sekedar menguatkan warna aslinya. Zat pewarna juga banyak digunakan pada produk seperti kerajinan rumah tangga atau mainan edukatif, namun jenis zat pewarna pada produk ini dan yang digunakan pada makanan tentu saja berbeda.
Pewarna Obat dan Makanan

Pada makanan, minuman sendiri warna dikaitkan dengan cita rasa, sebagai contoh makanan atau minuman yang beraroma strawberry maka akan diberikan zat warna merah. Contoh lainnya adalah pewarna hijau untuk rasa apel atau melon, kuning untuk rasa nanas atau jeruk, dan coklat untuk karamel dan berbagai jenis warna lainnya.

Pewarna Obat dan Makanan

Selain itu zat pewarna juga mempunyai fungsi untuk menghindari variasi warna yang dapat terjadi pada produk yang disebabkan karena faktor musim, pengolahan dan penyimpanan. Contoh produk yang dapat mengalami perubahan warna karena faktor tersebut adalah  jeruk florida dan ikan salmon.
Pada umumnya penambahan zat pewarna pada makanan atau minuman mempunyai tujuan yaitu :

  1. Menutupi variasi warna yang terjadi secara alami
  2. Memperkuat warna alami produk atau komoditas
  3. Memberi identitas pada makanan atau minuman
  4. Memberi perlindungan pada rasa dan vitamin tertentu dari kerusakan akibat cahaya
  5. Melindungi komoditas dari pudarnya warna akibat cahaya, atau suhu yang ekstrim

Zat pewarna sendiri ada dua jenis yaitu zat pewarna alami dan sintesis. Akan tetapi yang harus diperhatikan penggunaannya adalah zat warna sintetis, contoh zat pewarna sintesis adalah

  • FD&C Blue No 1 (atau brilliant blue FCF atau E133)
  • FD&C Blue No 2 (atau indigotine atau E132)
  • FD&C Green No 3 (atau fast green FCF atau E143)
  • FD&C Red No 3 (atau erythrosine atau E127)
  • FD&C Yellow No 5 (atau tartrazine atau E102)
  • FD&C Yellow No 6 (atau sunset yellow FCF atau E110)
  • FD&C Red No 40 (atau allura red AC atau E129)

Zat warna tersebut disebut zat warna primer dan campurannya disebut zat warna sekunder. Selain zat warna sintesis, ada jenis zat warna alami seperti

  • warna karamel yang dihasilkan dari gula yang dikaramelkan dan umumnya dipakai untuk minuman kola dan kosmetik
  • annatto yang memberikan warna kuning kemerahan yang berasal dari biji tanaman Achiote
  • pewarna hijau yang dihasilkan dari alga chlorella
  • cochineal yang digunakan sebagai zat warna merah dari serangga Dactylopius coccus
  • kunyit, paprika dan juga elderberry

Simbol FD&C mempunyai arti FDA (the Food and Drug Administration) sudah memberikan izin zat pewarna tersebut digunakan dalam makanan, obat dan kosmetik. Sedangkan simbol E contohnya E143 mempunyai arti bahwa zat warna tersebut telah disetujui untuk digunakan di wilayah Uni Eropa.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa zat pewarna alami memang lebih aman untuk digunakan, karenanya penggunaan zat pewarna alami sangat dianjurkan. Meskipun dapat dikatakan aman, namun tetap saja zat pewarna sintesis bila digunakan secara terus menerus juga akan menimbulkan efek yang tidak baik khususnya bagi anak - anak.