Tampilkan postingan dengan label Kadar air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kadar air. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2020

Pengeringan Bahan Pangan

Pengeringan Bahan Pangan - Pengeringan bahan pangan merupakan salah satu cara mengawetkan makanan secara fisik dengan cara atau menggunakan suatu proses untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan secara menguapkan sebagian besar air yang dikandungnya. Penguapan ini dilakukan menggunakan energi panas hingga mencapai kadar air pada bahan yang dikehendaki.

Pengeringan Bahan Pangan

Pengurangan kadar air bahan ini dilakukan sampai pada batas dimana mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya namun tidak merusak bahan pangan. Selain itu pengertian lain dari pengeringan dapat juga suatu penerapan panas dalam kondisi terkendali yang bertujuan untuk mengeluarkan sebagian besar air dalam bahan pangan. Pengeluaran kadar air ini dilakukan melalui cara seperti evaporasi (pada pengeringan umum) dan sublimasi (pada pengeringan beku).

Pertumbuhan Mikroba di dalam bahan pangan sangat dipengaruhi oleh kandungan air yang ada dalam bahan tersebut. Dengan melakukan pengeringan maka hal ini akan mengganggu lingkungan hidup mikroba itu sendiri dan pastinya akan mengganggu hidup mikroba tersebut.

Dengan menurunkan kadar air substrat (aw) sudah cukup mengganggu lingkungan mikroba itu sendiri. Pertumbuhan mikroba dapat dihambat atau dicegah dengan mengatur kadar air pada substrat tersebut karena air sangat berpengaruh pada aktivitas dan pertumbuhan mikroba. Apabila kandungan air mencapai 80% maka ini akan menjadi habitat yang baik bagi mikroba. Jadi dengan proses pengeringan atau mengurangi kadar air akan menghambat atau dapat mematikan pertumbuhan mikroba.

Pada dasarnya pengeringan bahan pangan adalah mengurangi kadar air bahan (aw) sehingga mikroba tidak mungkin lagi untuk melakukan aktivitasnya sehingga pertumbuhannya terganggu atau terhambat.

Pengeringan Bahan Pangan

Secara umum pengeringan bahan pangan adalah untuk meningkatkan umur simpan dan mengurangi volume atau berat bahan pangan tersebut. Namun selain kedua tujuan utama tersebut ada empat tujuan lain yang bisa dicapai dengan mengeringkan bahan pangan, yaitu :

  1. Mengurangi risiko kerusakan karena aktivitas mikroba. Mikroba memerlukan air untuk pertumbuhannya sehingga dengan berkurangnya kadar air dapat mematikan atau paling tidak menghambatnya
  2. Menghemat ruang penyimpanan atau pengangkutan
  3. Untuk mendapatkan produk yang lebih sesuai dengan penggunaannya
  4. Agar nutrien berguna seperti mineral, vitamin, dsb dapat dipertahankan guna menjaga mutu dan kualitas bahan pangan

Rabu, 14 Agustus 2019

Jenis Gabah Panen

Jenis Gabah Panen - Tahukah Anda bahwa sebelum beras yang biasa dibeli masyarakat telah melewati berbagai proses mulai dari panen hingga penggilingan. Sebelum digiling, gabah mempunyai beberapa jenis, bagi Anda yang berkecimpung dalam bidang pertanian mungkin sudah mengetahuinya, namun bagi yang tidak tentu kurang tahu akan hal tersebut.

Jenis Gabah Panen

Berbagai jenis gabah tersebut dibedakan berdasarkan kadar airnya, biasanya kadar air pada gabah ini akan diukur menggunakan alat pengukur kadar air atau moisture meter. Kadar air pada gabah ini menentukan apakah gabah tersebut siap digiling atau tidak.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa jenis gabah berdasarkan kadar airnya :

Jenis Gabah Panen

1. GKP (Gabah Kering Panen)

GKP adalah singkatan dari Gabah Kering Panen, jenis gabah ini adalah gabah setelah dipanen yang mempunyai nilai kadar air lebih besar dari 18% akan tetapi lebih kecil atau sama dengan 25% dari kadar air pada gabah. Selain itu nilai hampa / kotoran lebih besar dari 6% tetapi lebih kecil atau sama dengan 10%, butir hijau / mengapur lebih besar dari 7% tetapi lebih kecil atau sama dengan 10%. Sedangkan butir kuning / rusak maksimal 3% dan butir merah maksimal 3%.

2. GKS (Gabah Kering Simpan)

GKS (Gabah Kering Simpan) merupakan jenis gabah yang mengandung kadar air lebih besar dari 14% namun lebih kecil atau sama dengan 18%. Gabah jenis ini mempunyai ciri yaitu kotoran / hampa lebih besar dari 3% tetapi lebih kecil atau sama dengan 6%, butir hijau / mengapur lebih besar dari 5% tetapi lebih kecil atau sama dengan 7%, dan butir kuning/rusak maksimal 3% dan butir merah maksimal 3%. Gabah dengan cara tersebut diperuntukan untuk disimpan sebelum dilakukan penggilangan.

3. GKG (Gabah Kering Giling)

GKG (Gabah Kering Giling) adalah gabah yang mempunyai kandungan kadar air maksimal 14% karena jika lebih akan terjadi pecah saat penggilingan. Selanjutnya jenis gabah ini mempunyai kandungan kotoran / hampa maksimal 3%, butir hijau / mengapur maksimal 5% dan mempunyai butir kuning / rusak maksimal 3% sedangkan butir merah maksimal 3%.